Siapa bilang hanya cinta yang universal? Ternyata, aturan jumlah seserahan juga punya keunikan di setiap daerah Indonesia! Ssst, kamu penasaran, kan? Mari kita kupas satu per satu dan temukan keunikan budaya yang mungkin belum pernah kamu dengar sebelumnya. Yuk, simak aturan seserahan di Indonesia, karena kebahagiaan pernikahan ada di detail-detailnya
1. Adat Jawa
mereka menerapkan sistem angka ganjil dalam penyerahan jumlah seserahannya untuk benda seserahannya sendiri boleh apa saja asalakan jumlah kotak seserahannya itu ganjil. kononnya masyarakat jawa percaya bahwa angka ganjil tersebut melambangkan keindahan
2. Adat Sunda
mereka dalam penentuan jumlah seserahan hampir sama dengan masyarakat jawa. berjumlah ganjil, namun mereka mewajibkan adanya jenang ketan yang lengket yang berfilosofi agar dalam hubungan rumah tangga lengket dan rukun.
3. Adat Sumatera
Di Sumatera, seserahan biasanya berisi barang-barang kebutuhan rumah tangga, seperti pakaian, alat masak, perhiasan, dan makanan. Jumlah barang-barang seserahan biasanya ganjil, seperti 21, 23, atau 25. selain itu seserahan masih ditentukan oleh keluarga yang
4. Adat Bugis
Jumlah dan jenis barang yang harus dibawa dalam seserahan biasanya ditentukan oleh adat setempat. Namun, secara umum, seserahan di Bugis harus berjumlah sembilan.
5. Adat Dayak
di suku dayak, biasanya untuk seserahan ditentukan berjumlah ganji dengan ketentuan sandang pangan dan biasanya hewan sebagai perlambang kemakmuran kesejahteraan.
6. Adat Bali
Seserahan dalam adat Bali biasanya terdiri dari 3 kelompok barang, yaitu: Kebutuhan sehari-hari, seperti pakaian, alat sholat, dan perlengkapan mandi. Perhiasan, seperti emas, perak, dan permata. Makanan, seperti kue-kue tradisional dan buah-buahan. Jumlah seserahan dalam adat Bali biasanya ganjil, seperti 7, 9, atau 11. Seserahan juga harus dihias dengan indah dan rapi.
7. Adat Tionghoa
Untuk adat tionghoa ini kebalikannya, mereka percaya bahwa angka genap merupakan perlambang dari kemakmuran kesejahteraan hingga kesuksesan

0 Comments