Ajarkan Anak Tentang Bencana dan Peristiwa Menakutkan dengan Bijak

Jul 6, 2023 | Artikel

 

Beberapa waktu yang lalu kita semua dibuat kaget dengan adanya gempa dengan magnitudo yang cukup besar dan dengan durasi yang cukup panjang. Selain kita orang dewasa yang merasakan takut, kaget ataupun cemas pastinya anak-anak juga ikut merasakannya, terlebih jika kita sebagai orang dewasa terbawa suasana dan terlalu panik yang berlebihan tentu anak juga akan terpengaruh dan bisa berdampak kurang baik dalam menanggapi atau menghadapi suatu peristiwa. Sebagai orang tua justru kita dituntut untuk memberikan contoh atau pemahaman yang bijak terkait bencana yang sedang terjadi sehingga anak bisa memahami dan lebih mengerti bagaimana yang seharusnya dilakukan.

Untuk memberikan pemahaman yang bijak, berikut beberapa hal yang dapat menjadi acuan bagi para orangtua untuk menjelaskannya pada sang buah hati, dilansir dari Parents.

Batasi Anak untuk Mengakses Berita 

Seringkali kita sebagai orang dewasa saja lelah mendengar berita kesedihan dan kerusakan di TV yang diputar berkali-kali, begitupun si anak. Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah mematikan TV dan radio untuk membantu melindungi anak-anak dari kewalahan dengan cerita dan gambar video bencana yang berulang. Jika ayah dan bunda memilih untuk menyalakan TV, tontonlah bersama anak dan bicarakan apa yang kalian lihat. Jika anak bertanya, maka  jawablah pertanyannya.

Bantu Anak Merasa Aman

Ayah dan bunda dapat memberi tahu si kecil bahwa mereka aman, katakanlah bahwa dia adalah fokus utamanya saat ini dan kalian tidak akan meninggalkannya sendiri. Pada dasarnya wajar bagi mereka untuk merasa takut dalam situasi seperti ini. Hal yang perlu dilakukan orangtua adalah meyakinkan anaknya, tapi jangan pernah katakan tidak ada alasan untuk takut atau bencana ini tidak akan terjadi di daerah kalian. Ini akan terkesan meremehkan perasaan anak.

Waspadai Perasaan Anak

Tidak apa-apa jika anak bunda tidak ingin membicarakan tentang perasaannya, tetapi jangan lupa untuk terus memperhatikan perubahan suasana hatinya dan bagaimana ia berperilaku. Beberapa anak mungkin menunjukkan apa yang mereka pikirkan melalui gambar atau permainan mereka. Hal Ini bisa menghilangkan stres, sekaligus memberikan petunjuk bagi orangtua mengenai perasaan mereka.

Tetap Melakukan Rutinitas

Jika situasi dan kondisi memungkinkan, maka lakukanlah kegiatan rutin bersama anak. Karena selama masa penuh tekanan, anak akan membutuhkan keselamatan dan keamanan yang datang dengan rutinitas teratur. Ayah dan bunda bisa melakukan pelukan hangat, dekat dengan mereka saat mereka tertidur dan biarkan mereka tahu di mana kalian berada atau akan berada.

Kuatkan Anak dengan Nilai dalam Keluarga  

Pada situasi ini anak pasti merasa tak berdaya, namun saat inilah nilai-nilai keimanan dan keyakinan pada Allah (Tuhan YME) bisa ditanamkan oleh orangtua. Berikan kepercayaan pada anak bahwa ada Allah (Tuhan YME) yang akan melindungi kita, memberikan kado terindah apabila kita sabar dalam menghadapi ujian ini. Bantu anak untuk memahami apa yang dapat ia lakukan untuk tidak merasa tidak berdaya.

Jaga Perasan Dirimu Sendiri sebagai Orangtua

Jika kebutuhan anak sudah terpenuhi, maka satu yang tak boleh terlewatkan. Yaitu perasaan ayah dan bunda. Jika sekiranya ada sesuatu yang mengganjal dalam hati, maka bicarakanlah dengan sahabat atau keluarga terdekat. Karena jika kamu bahagia makan anak juga akan bahagia, namun jika orangtua stres maka ia akan mengalami kesulitan untuk membantu sang anak mengelola perasaannya.

Semoga Allah (Tuhan YME) selalu melindungi keluarga kita dari segala macam bahaya dan musiban bencana alam.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *