Dampak Negatif Sering Membentak Anak

Jan 19, 2023 | Artikel, Baby

 

Memiliki anak yang patuh dan disiplin akan selalu menjadi dambaan setiap orang tua, namun hal itu tidaklah mudah. Ketika anak tidak patuh, tak jarang dari kita yang akan memilih untuk membentaknya dan menciptakan ketakutan, sehingga mereka mau tidak mau akan menuruti semua perintah kita. Hal itu kemudian menjadi salah satu kebiasaan dan jurus andalan yang akan kita gunakan saat anak berulah.

Padahal dengan membentak si buah hati, hal itu justru malah dapat berakibat buruk pada pertumbuhannya. Meskipun ada kalanya hilang kesabaran saat menghadapi mereka, namun membentak bukanlah hal yang dibenarkan.

Lalu, apa saja dampak yang bisa terjadi bila orang tua terlalu sering membentak anak? Dikutip dari parenting.co.id, ada enam dampak negatif yang akan terjadi jika orang tua sering membentak anak.

1. Anak Tidak Belajar Apa pun

Sering kali para orang tua beranggapan bahwa bentakan bisa membuat anak menurut, padahal sebenarnya tidak seperti itu. Memang, ketika dibentak anak akan melakukan apa yang kita minta, tetapi, hal itu dilakukannya semata-mata karena ia takut, bukan karena ia mengerti.

Ketika seorang anak dibentak tanpa adanya penjelasan, maka mereka tidak akan mengerti alasan yang membuat orang tuanya marah. Selain itu, ia juga tidak akan belajar apa yang seharusnya ia lakukan di situasi tertentu, dan hasilnya adalah ia akan menjadi pribadi yang mudah ragu dan bingung ketika akan melakukan sesuatu, karena ia tidak tahu harus melakukan apa.

2. Tidak Memahami Situasi Gawat

Sebenarnya, ada salah satu kondisi di mana orang tua bisa berbicara dengan nada yang lebih keras, salah satunya ketika dalam kondisi bahaya. Misalnya, ketika si kecil tiba-tiba memegang benda tajam atau melakukan hal berbahaya lainnya.

Nah, pada posisi ini kamu pasti akan berusaha menghentikan apa yang sedang dilakukan oleh anak dengan mengatakan “Stop!” atau “Adek, no!” dengan suara yang keras. Dari situlah anak akan belajar bahwa ketika orang tuanya berkata dengan nada keras seperti ini, artinya ada situasi gawat atau hal berbahaya di mana ia harus berhenti.

Namun, hal itu tidak berlaku jika orang tua sudah terbiasa menggunakan nada keras setiap hari. Anak-anak pun tidak akan bisa membedakan antara mana yang keadaan darurat, dan mana kondisi ketika orang tuanya sedang marah kepada mereka.

3. Anak Merasa Tidak Disayang dan Merasa Dirinya Tidak Berharga

Dampak yang ketiga ini cukup berbahaya, bahkan bisa mereka ingat hingga dewasa. Dan ketika hal ini terjadi, artinya mereka telah mengalami masa trauma jangka panjang.

Selain merasa bahwa dirinya tidak disayang, anak yang terlalu sering dibentak juga nantinya akan merasa bahwa dirinya tidak berharga. Padahal sebagai seorang manusia, anak tentu akan merasa bahwa ia ingin disayangi dan dihargai oleh orang terdekatnya, terutama orang tua.

4. Merusak Kepercayaan Diri Anak

Jangan pernah menganggap bahwa membentak anak sekali-dua kali tidak akan berdampak apa-apa pada si kecil. Karena meskipun hal itu dilakukan sesekali, tentu saja hal tersebut akan tetap menyakiti perasaan mereka.

Apalagi jika sering membentak hanya karena alasan kecil, maka anak-anak akan berpikir bahwa mereka tidak mampu atau tidak berharga. Hal ini membuat anak tidak percaya diri, takut, dan ragu ketika ingin melakukan suatu hal.

5. Anak Menjadi Tertutup

Dampak jangka panjang dari terlalu sering membentak anak adalah mereka tidak akan merasa bebas untuk bicara dengan orang tuanya, dan ia akan tumbuh menjadi pribadi yang tertutup.

Ketika anak tidak lagi terbuka kepada orang tuanya, itu artinya mereka sudah tidak lagi percaya pada orang tuanya. Sehingga pada saat dewasa, ia bisa jadi lebih mempercayai orang lain, yang bisa saja menjerumuskannya pada hal buruk.

6. Jadi Terbiasa dan Tidak Terpengaruh

Ketika orang tua terlalu sering marah dan sering membentak anaknya, maka anak akan menganggap bahwa hal itu sebagai suatu hal yang biasa. Ketika mereka terbiasa dengan teriakan, mereka pun nantinya akan menjadi cuek dan tidak terpengaruh lagi oleh bentakan orang tuanya.

Nah, itu dia dampak yang terjadi jika anak terlalu sering menerima bentakan dari orang tuanya. Meski tidak semua anak akan menimbulkan sikap akhir yang sama, namun hal itu tetap akan fatal untuk masa depan mereka dan sulit disembuhkan. Untuk menghindari hal-hal tersebut, kamu pastinya memerlukan beberapa cara serta tips dan trik untuk mengontrol emosi, agar tidak membentak si kecil ketika mereka tidak menuruti apa yang kamu mau.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *